<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Patuhi Prokes Demi Hindari Tsunami Covid-19
Jumat, 30-04-2021 - 15:57:34 WIB
TERKAIT:
 
  • Patuhi Prokes Demi Hindari Tsunami Covid-19
  •  

    JAKARTA - Perkembangan kasus Covid-19 di dunia menunjukkan adanya gelombang dan varian baru yang terjadi di sejumlah negara seperti di India. Berbagai upaya harus terus dilakukan, mencegah kejadian serupa agar tidak terjadi di Indonesia.

    “Pelajaran yang harus kita pegang dari kejadian di India adalah, begitu kasus Covid-19 meningkat maka diikuti oleh meningkatnya fatalitas atau angka kematian. Penyebab pastinya dari peristiwa di India, belum diketahui seutuhnya,” terang Prof. Dr. Drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Ahli Virologi Universitas Udayana Bali dalam Dialog Produktif bertema Belajar dari India Tingkatkan Kepatuhan Prokes Sekarang Juga yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (29/4/2021).

    Prof Mahardika juga menduga, euforia vaksinasi di India menjadi faktor penentu terjadinya peristiwa tsunami Covid-19 tersebut. “Lingkup vaksinasi di India sebenarnya juga masih berkisar di angka 7% dari jumlah penduduknya, euforia vaksinasi di sana masih dini. Jangan sampai ini terjadi di Indonesia, karena lingkup vaksinasi di Indonesia baru menyentuh angka sekitar 2,5% dari jumlah penduduk,” terangnya.

    “Apa yang terjadi di India masih belum pasti disebabkan oleh mutasi virus Covid-19 tapi kita belajar bahwa kerumunan, dan euforia vaksinasi menjadi faktor terbesar yang membuat terjadinya tsunami Covid-19 di India. Hal ini bisa dicegah dengan bersama-sama mematuhi protokol kesehatan 3M,” kata Prof. Mahardika.

    Agoes Aufiya, Mahasiswa Indonesia di India menceritakan kondisi di India saat ini. “Dalam 24 jam terakhir, telah terkonfirmasi 379 ribu kasus baru sehingga angka kasus aktif mencapai 3 juta dengan kasus kematian mencapai 3.646. Kalau melihat laporan ketersediaan ruang ICU Covid- 19 di New Delhi, dari 4.821 kamar yang ada, kini tersisa 18 ICU saja,” ujarnya.

    KBRI di New Delhi telah memberikan imbauan kepada WNI yang berada di India untuk tetap di rumah saja, tetap mematuhi protokol kesehatan, dan memenuhi pasokan logistik agar tidak keluar rumah kalau tidak perlu. KBRI dan KJRI Mumbai memberikan nomor telepon darurat apabila ada WNI yang memerlukan bantuan atau asistensi untuk saat ini.

    Saat ini New Delhi memasuki masa lockdown fase kedua yang sudah diperpanjang. “Lockdown sebelumnya dilakukan pada 20-26 April. Kini diperpanjang 27 April sampai 3 Mei 2021. Untuk keluar rumah ke tempat yang lebih jauh, perlu menggunakan izin tertentu dari pemerintah India,” terang Agoes.

    Menurut Dr. Ede Surya Darmawan SKM., MDM, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI, pandemi Covid-19 masih belum berakhir, oleh karena itu protokol kesehatan tidak boleh ditawar oleh masyarakat. Harapannya PSBB dan PPKM Mikro di Indonesia tetap berjalan. “Konteks utama protokol kesehatan itu adalah menjaga jarak, ini artinya kita tidak boleh berkerumun sama sekali, kedua memakai masker, dan terakhir mencuci tangan setelah menyentuh apapun,” ungkapnya.

    Selain memperketat 3M Dr. Ede mengimbau agar elemen masyarakat waspada.”Ini tanggung jawab kita bersama bukan kewajiban individu semata,” terangnya. (rilis)




     
    Berita Lainnya :
  • Kasus Terkomfirmasi Positif di Riau Turun Drastis
  • Tim Satgas Inhil Siapkan Langkah Antisipasi Arus Balik Cegah Penularan Covid-19 Baru
  • Gubri Sebut Harus Penambahan Kapasitas Ruang Isolasi Covid-19 Demi Selamatkan Warga
  • Waspada! Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Sebagian Wilayah Riau
  • BPBD Riau Siapkan Logistik Petugas di 6 Pos Penyekatan Mudik Lebaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Kasus Terkomfirmasi Positif di Riau Turun Drastis
    02 Tim Satgas Inhil Siapkan Langkah Antisipasi Arus Balik Cegah Penularan Covid-19 Baru
    03 Gubri Sebut Harus Penambahan Kapasitas Ruang Isolasi Covid-19 Demi Selamatkan Warga
    04 Waspada! Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Sebagian Wilayah Riau
    05 BPBD Riau Siapkan Logistik Petugas di 6 Pos Penyekatan Mudik Lebaran
    06 Tinjau Arus Mudik di Bandara Soetta, Kapolri Minta Perketat Pengawasan Warga yang Dari Luar Negeri
    07 Ramadan Berkah, Pengurus Kopertim Tambusai Berbuka Bersama
    08 Dukung SE Walikota Pekanbaru, Tokoh Agama Gelar Pertemuan dengan Polda Riau
    09 Kapolres Kepulauan Meranti Imbau Warganya Silaturahmi Virtual saat Lebaran
    10 Jelang Idulfitri 1442 H, Gubri Bersama Forkopimda Riau Tinjau Pusat Keramaian di Pekanbaru
    11 Gubri Ucapkan Duka Mendalam Almarhum Ustadz Zulkarnain
    12 Iring-iringan Antarkan Jenazah Ustaz Tengku Zulkarnain ke Tempat Peristirahatan Terakhir
    13 Himbau Larangan Mudik, Bidhumas Polda Riau Bagikan Brosur
    14 Menyambut Idul Fitri 1442 H PLN Riau dan Kepri Siaga Penuh
    15 Orang Dekat Bupati Mursini Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Korupsi 6 Kegiatan di Setdakab Kuansing
    16 Ketersediaan BBM dan Elpiji di Riau Aman di Idul Fitri
    17 Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Sapi di Pekanbaru Merangkak Naik
    18 618 Kendaraan Putar Balik di Lima Pos Penyekatan Mudik Perbatasan Provinsi Riau
    19 Siang Cerah Berawan, Hujan Akan Guyur Sebagian Wilayah Riau Malam Nanti
    20 Sujud Saat Salat Tarawih, Jemaah Masjid di Tembilahan Meninggal Dunia
    21 Gubri: Perekonomian Riau Sebagian Besar Sawit dan Migas, Ekspor Tidak Boleh Berhenti
    22 6.000 Guru di Pekanbaru Telah Divaksin
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Kompenews.com