<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Larangan Mudik, Doni Monardo Minta Unsur di Daerah Tak Terlambat Lakukan Pengetatan Mobilitas
Selasa, 04-05-2021 - 09:08:30 WIB
TERKAIT:
 
  • Larangan Mudik, Doni Monardo Minta Unsur di Daerah Tak Terlambat Lakukan Pengetatan Mobilitas
  •  

    PEKANBARU - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, setelah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kebijakan larangan mudik masih terdapat tujuh persen responden yang tetap akan melakukan mudik.

    Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi mengenai Penanganan Pandemi COVID-19, Senin (03/05/2021), di Jakarta.

    “Bahkan sebelum Ramadan pun sudah ada yang kembali ke kampung halaman untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Sehingga kalau kita lihat, hampir semua provinsi di Pulau Sumatra mengalami kenaikan kasus, baik kasus aktif dan juga menurunkan angka kesembuhan serta meningkat sejumlah provinsi angka kematiannya,” ungkapnya.

    Untuk itu, Doni  mengingatkan seluruh komponen di daerah untuk segera melakukan upaya pengetatan dan pencegahan mobilitas masyarakat terkait dengan implementasi kebijakan pelarangan mudik yang telah diputuskan oleh pemerintah.

    “Khususnya kepada seluruh pejabat di Pulau Sumatra untuk betul-betul melakukan evaluasi secepat mungkin, jangan sampai terlambat. Karena ketika terlambat melakukan pengetatan dan melakukan langkah-langkah untuk pencegahan, maka kasus eksponensial ini akan tidak terkontrol,” ujarnya.

    Ketua Satgas COVID-19 menegaskan, keputusan pelarangan mudik Hari Raya Idulfitri 2021 diambil pemerintah setelah melalui berbagai macam pertimbangan, masukan, serta data yang dikumpulkan selama satu tahun terakhir.

    “Bapak Presiden sudah beberapa kali menegaskan tentang ketentuan mudik, yaitu dilarang mudik. Sehingga keputusan dilarang mudik ini mohon kiranya narasinya adalah narasi tunggal, tidak boleh ada pejabat manapun yang berbeda narasinya dari narasi pusat,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Doni juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kebijakan larangan mudik ini yang diterapkan untuk mencegah lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang kerap terjadi setelah libur panjang ini.

    “Tidak cukup hanya pemerintah saja yang mengajak larangan mudik, tetapi kita juga mengajak kepada orang tua, keluarga yang ada di kampung halaman untuk juga mau menyampaikan pesan jangan dulu kembali ke kampung halaman, jangan dulu liburan di kampung, jangan Lebaran di kampung,” ajaknya.

    Dengan tidak mudik, imbuh Doni, akan membantu upaya pengendalian pandemi sekaligus menyelamatkan bangsa Indonesia.

    “Bersabar, bersabar, ini adalah salah satu kunci kita untuk sukses mengendalikan COVID-19. Dengan bersabar kita bisa menyelamatkan banyak orang, baik diri kita sendiri, keluarga kita dan juga menyelamatkan bangsa kita,” ujarnya.

    Doni menambahkan, meskipun telah memegang dokumen yang menyatakan negatif COVID-19 masih terdapat kemungkinan pelaku mudik untuk terpapar di dalam perjalanan dan berpotensi menularkan virus tersebut saat melakukan pertemuan atau kontak fisik dengan keluarga di kampung halaman.

    “Bisa jadi anda sudah sebagai carrier, sudah terpapar COVID-19, dan sudah terinfeksi. Setelah sekian hari keluarga di kampung bisa jadi terpapar COVID-19, tertular akibat pertemuan tersebut,” ujarnya.

    Ketua Satgas COVID-19 juga menegaskan tidak semua daerah mempunyai fasilitas pelayanan kesehatan sehingga dapat menghambat pelayanan medis bagi pasien COVID-19. Hal ini mengakibat pasien tidak tertolong dan bahkan meninggal dunia, seperti yang terjadi di beberapa provinsi  pada tahun yang lalu.

    “Sekali lagi, komitmen pemerintah pusat harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat. Mari kita bersabar untuk tidak mudik kali ini. Termasuk juga apabila ada yang lolos, maka seluruh daerah sampai dengan tingkat RT/RW mohon kiranya bersedia menyiapkan tempat-tempat karantina bagi mereka yang baru tiba dari berbagai daerah,” pungkasnya.

    Penanganan COVID-19 Terus Membaik

    Dalam keterangan persnya, Doni Monardo juga memaparkan tentang perkembangan kasus aktif COVID-19 yang dinilainya sangat baik.

    “Kondisi kasus aktif kita ini termasuk kondisi yang sudah sangat baik, hari ini tercatat 6,01 persen. Angka kesembuhan itu sudah masuk di posisi 91,26 persen. Ini juga merupakan angka tertinggi selama Indonesia menghadapi COVID-19. Mohon ini kita pertahankan,” ujarnya

    Terkait upaya penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Doni menekankan pentingnya penerapan pengendalian gas dan rem seperti yang selalu disampaikan oleh Presiden Jokowi.

    “Bapak Presiden berulang kali mengatakan setelannya sudah pas, jangan sampai ada perubahan. Artinya pas di sini adalah gas dan rem. Tugas kami bersama dengan Bapak Menkes adalah mengingatkan tentang pentingnya menginjak atau menekan rem bagi seluruh kepala daerah,” ujarnya.

    Ketua Satgas COVID-19 juga menekankan agar para kepala daerah terus memperhatikan dan mengevaluasi perkembangan kasus yang terjadi di daerah masing-masing.

    “Ketika terjadi kasus aktif (dan) angka kematian yang tinggi, maka seluruh pimpinan (gubernur, bupati, wali kota) dibantu oleh seluruh unsur-unsur yang ada di daerah untuk betul-betul mengetatkan aktivitas atau mobilitas masyarakat,” tandasnya.(*)




     
    Berita Lainnya :
  • Kasus Terkomfirmasi Positif di Riau Turun Drastis
  • Tim Satgas Inhil Siapkan Langkah Antisipasi Arus Balik Cegah Penularan Covid-19 Baru
  • Gubri Sebut Harus Penambahan Kapasitas Ruang Isolasi Covid-19 Demi Selamatkan Warga
  • Waspada! Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Sebagian Wilayah Riau
  • BPBD Riau Siapkan Logistik Petugas di 6 Pos Penyekatan Mudik Lebaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Kasus Terkomfirmasi Positif di Riau Turun Drastis
    02 Tim Satgas Inhil Siapkan Langkah Antisipasi Arus Balik Cegah Penularan Covid-19 Baru
    03 Gubri Sebut Harus Penambahan Kapasitas Ruang Isolasi Covid-19 Demi Selamatkan Warga
    04 Waspada! Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Sebagian Wilayah Riau
    05 BPBD Riau Siapkan Logistik Petugas di 6 Pos Penyekatan Mudik Lebaran
    06 Tinjau Arus Mudik di Bandara Soetta, Kapolri Minta Perketat Pengawasan Warga yang Dari Luar Negeri
    07 Ramadan Berkah, Pengurus Kopertim Tambusai Berbuka Bersama
    08 Dukung SE Walikota Pekanbaru, Tokoh Agama Gelar Pertemuan dengan Polda Riau
    09 Kapolres Kepulauan Meranti Imbau Warganya Silaturahmi Virtual saat Lebaran
    10 Jelang Idulfitri 1442 H, Gubri Bersama Forkopimda Riau Tinjau Pusat Keramaian di Pekanbaru
    11 Gubri Ucapkan Duka Mendalam Almarhum Ustadz Zulkarnain
    12 Iring-iringan Antarkan Jenazah Ustaz Tengku Zulkarnain ke Tempat Peristirahatan Terakhir
    13 Himbau Larangan Mudik, Bidhumas Polda Riau Bagikan Brosur
    14 Menyambut Idul Fitri 1442 H PLN Riau dan Kepri Siaga Penuh
    15 Orang Dekat Bupati Mursini Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Korupsi 6 Kegiatan di Setdakab Kuansing
    16 Ketersediaan BBM dan Elpiji di Riau Aman di Idul Fitri
    17 Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Sapi di Pekanbaru Merangkak Naik
    18 618 Kendaraan Putar Balik di Lima Pos Penyekatan Mudik Perbatasan Provinsi Riau
    19 Siang Cerah Berawan, Hujan Akan Guyur Sebagian Wilayah Riau Malam Nanti
    20 Sujud Saat Salat Tarawih, Jemaah Masjid di Tembilahan Meninggal Dunia
    21 Gubri: Perekonomian Riau Sebagian Besar Sawit dan Migas, Ekspor Tidak Boleh Berhenti
    22 6.000 Guru di Pekanbaru Telah Divaksin
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Kompenews.com