<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Meningkatkan Testing Untuk Mengantisipasi Lonjakan Kasus Paska Lebaran
Jumat, 21-05-2021 - 11:29:11 WIB
TERKAIT:
 
  • Meningkatkan Testing Untuk Mengantisipasi Lonjakan Kasus Paska Lebaran
  •  

    PEKANBARU - Paska hari raya Idul Fitri, pemerintah dan masyarakat di Indonesia perlu bersiap mengantisipasi potensi lonjakan kasus. Potensi ini, diakibatkan dampak adanya libur panjang. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito berharap kondisi penanganan yang sudah baik ini harus terjaga.  

    Apalagi jumlah kasus aktif setiap harinya menurun hingga kini sudah dibawah 90 ribu kasus. Kapasitas testing terus ditingkatkan dan capaiannya dengan 9 minggu berturut-turut diatas standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), yaitu 1 : 1000 populasi per minggu. Dari capaian testing ini, data menunjukkan bahwa dalam 13 minggu terakhir jumlah kasus positif memang menurun di tengah-tengah masyarakat, dan bukan disebabkan kapasitas testing yang rendah.

    "Jika melihat perkembangan data testing dan kasus secara berdampingan, maka penurunan kasus yang terjadi selama 13 minggu ini bukan karena jumlah testing yang rendah. Kenyataannya, testing konsisten diatas standar WHO selama 9 minggu berturut-turut," Wiku dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden dan dapat diakses pada Jumat (21/5/2021).

    Lebih jelasnya, perkembangan data testing harian sempat menunjukkan penurunan drastis pada minggu ketiga Februari 2021, yaitu hanya mencapai 74,68% dari target WHO. Namun pada minggu-minggu selanjutnya, kapasitas testing terus ditingkatkan dan secara konsisten berada diatas standar WHO dalam 9 minggu terakhir hingga bulan Mei 2021.

    Namun, perkembanganan testing sempat menurun pada minggu kedua Mei 2021. Yaitu hanya bisa mencapai 75,37% dari target WHO. "Hal ini dapat terjadi karena periode libur lebaran pada minggu lalu yang mempengaruhi operasional laboratorium. Sehingga menyebabkan jumlah orang yang diperiksa menurun," jelas Wiku.

    Lebih lanjut, membandingkan dengan perkembangan kasus positif mingguan, puncak tertinggi pada minggu kedua Februari 2021. Namun pada minggu-minggu selanjutnya tren penambahan kasus aktif terus menurun tajam hingga hari ini. Data per 16 Mei 2021, penambahan kasus mingguan, sebesar 26.067 kasus atau turun lebih dari 70% dibandingkan saat puncak kasus pada Februari lalu.

    Melihat capaian berdasarkan perbandingan data tersebut, merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Dan juga berkat peningkatan kedisiplinan masyarakat secara kolektif untuk disiplin protokol kesehatan.

    Untuk itu, penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga kapasitas testing dan pemeriksaan laboratorium terus ditingkatkan agar selalu berada di atas standar WHO. Dengan begitu baru dapat dinilai, apakah penurunan kasus benar-benar terjadi atau tidak.

    "Pastikan seluruh daerah memiliki fasilitas dan sumberdaya yang cukup untuk melakukan testing. Dan segera selesaikan apabila terdapat kendala atau membutuhkan bantuan," pungkas Wiku.(*)




     
    Berita Lainnya :
  • Firdaus-Ayat Cahyadi Paparkan Keberhasilan Satu Dekade Memimpin Kota Pekan Baru
  • Dituding Menjadi Provokator Aksi Masa, Ketua Koptan berikan Klarifikasi
  • Setelah Dilaporkan Ke KPK, Elit PTPN-V Tinjau Kebun Kopsa M, Ada Apa?
  • Koptan Pebadaran minta DPRD Riau kaji ulang hasil rapat bersama Kopni-SL
  • Antony Hamzah Tegaskan Manajemen KOPSA M Sangat Transparan, Berikut Faktanya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Firdaus-Ayat Cahyadi Paparkan Keberhasilan Satu Dekade Memimpin Kota Pekan Baru
    02 Dituding Menjadi Provokator Aksi Masa, Ketua Koptan berikan Klarifikasi
    03 Setelah Dilaporkan Ke KPK, Elit PTPN-V Tinjau Kebun Kopsa M, Ada Apa?
    04 Koptan Pebadaran minta DPRD Riau kaji ulang hasil rapat bersama Kopni-SL
    05 Antony Hamzah Tegaskan Manajemen KOPSA M Sangat Transparan, Berikut Faktanya
    06 KOPSA Saling Berkoordinasi untuk Menidaklanjuti Arahan yang Disampaikan Disdagkop-UMK Kampar Terkait
    07 Begini Skenario Lumpuhkan 997 Petani Sawit, Kapolri Harus Berantas Mafia Tanah di Sektor Perkebunan
    08 Hikmah Anak Kuntu yang Viral, Syahrul Aidi Minta Pengusaha Perhatikan Kesejahteraan Karyawan
    09 Laporkan PTPN V ke KPK dan Bareskrim Polri, Petani dan Pengurus Koperasi Hadapi Tekanan dan Ancaman
    10 Rumah Yatim Bagikan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Prasejahtera Kelurahan Sungai Sibam Pekanbaru
    11 Jubir Satgas Covid-19 Ingatkan Kabupaten Kota di Riau Serius Tangani Covid-19
    12 Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa, Sanksi Menanti Jika Terjadi Penyimpangan Anggaran
    13 GMMK Riau Serahkan Donasi untuk Palestina Lewat KNRP
    14 Kasus Aktif Terkonfirmasi Covid-19 Riau Naik Jadi 4.850 Kasus
    15 Tiga Warga Pekanbaru Reaktif Rapid Antigen saat Razia Pekan Lalu Ternyata Positif Corona
    16 Tingkatkan Persentase Vaksinasi Lansia, Dinkes Riau Gandeng Komunitas
    17 70 Napi Beragama Budha di Riau Dapat Remisi Waisak, 1 Langsung Bebas
    18 DPC Patri Rohil Ajak Warga Dukung Vaksinasi Covid-19
    19 Angka Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 450 Ribu Kasus
    20 Walikota Pekanbaru Tinjau Vaksinasi Ribuan Warga dan Jemaat di Gereja HKBP
    21 Bahas Masalah dan Solusi, BPPW Riau Rapat Progres MSMIP Pekanbaru
    22 PTPN V Dilaporkan ke KPK, Dugaan Cetak Kebun Gagal dan Alihkan Tanah Negara
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Kompenews.com