<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Laporkan PTPN V ke KPK dan Bareskrim Polri, Petani dan Pengurus Koperasi Hadapi Tekanan dan Ancaman
Kamis, 10-06-2021 - 08:19:31 WIB
Hendardi, Ketua SETARA Institute & Founder Equality Law Firm bersama Anggota Tim Advokasi Keadilan Agraria (28/5).
TERKAIT:
 
  • Laporkan PTPN V ke KPK dan Bareskrim Polri, Petani dan Pengurus Koperasi Hadapi Tekanan dan Ancaman
  •  

    Petani yang berhimpun dalam Koperasi Petani Sawit Mandiri (Kopsa M), Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar, Riau, yang sedang memperjuangkan hak-haknya melalui jalur hukum, saat ini berpotensi menghadapi tekanan dan ancaman. Sebelumnya, Aliansi Keadilan Agraria-SETARA Institute dan Kopsa M melaporkan dugaan korupsi di PTPN V yang menyebabkan kebun gagal dan hampir 1000 petani tidak memiliki lahan. Selain laporan dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Mei 2021, Aliansi juga melaporkan dugaan tindak pidana penyerobotan lahan ke Bareskrim Polri pada 27 Mei 2021. Kopsa M juga telah melaporkan peristiwa perampasan hak ini kepada Presiden Jokowi pada 23 Februari 2021.

    Indikasi tekanan dan ancaman itu berupa upaya kriminalisasi melalui sekelompok orang yang digerakkan untuk seolah-olah melakukan tindakan pengrusakan di kebun warga pada 5/10/2020. Atas skenario ini, Aliansi memberikan apresiasi kepada Polres Kampar yang bertindak profesional dan proporsional dalam melihat persoalan peristiwa tersebut. Upaya menekan petani dan pengurus Koperasi saat ini masih berlanjut melalui penyebaran berita bohong, fitnah, dan penghasutan untuk mendongkel kepengurusan koperasi yang justru baru pertama kalinya sejak 2003, koperasi dipimpin oleh pengurus-pengurus yang profesional dan berintegritas.    

    Aliansi Keadilan Agraria-SETARA Institute, berharap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komnas HAM Republik Indonesia meningkatkan dan mengefektifkan perlindungan saksi dan korban ini, sebagaimana laporan yang sudah disampaikan. Paralel dengan LPSK dan Komnas HAM, Aliansi juga mengingatkan agar Polri tetap kokoh menjadi penegak hukum yang tidak berpihak dan mendukung program prioritas Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan dan Presiden Jokowi untuk mendukung reformasi agraria dan pemberantasan mafia tanah, termasuk mafia tanah di sektor perkebunan. Aliansi percaya bahwa Polri tidak bisa digunakan oleh pihak-pihak tertentu sebagai instrumen penundukkan atas perjuangan para petani.

    Terkait dengan kasus yang dilaporkan, Aliansi Keadilan Agraria-SETARA Institute mendorong KPK dan Bareskrim Polri segera melakukan proses pemanggilan saksi-saksi tanpa penundaan yang tidak perlu, karena potensi penghilangan barang-barang bukti dapat terjadi sejalan dengan munculnya pelaporan ini.

    Penanganan yang profesional dan adil atas pelaporan dugaan korupsi PTPN V pada KPK adalah ujian bagi kepemimpinan KPK di bawah Firli Bahuri. Sedangkan penuntasan tindak pidana penyerobotan 400 hektar lahan petani ke Bareskrim Polri adalah ujian bagi visi PRESISI Kapolri dan kinerja Satgas Pemberantasan Mafia Tanah Polri.

    Narahubung:
    Disna Riantina (Pengacara Publik, Koordinator Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute): +62 81290595431

    Erick Sepria (Pengacara Publik, Anggota Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute): +62 81266080992 (rilis)




     
    Berita Lainnya :
  • Firdaus-Ayat Cahyadi Paparkan Keberhasilan Satu Dekade Memimpin Kota Pekan Baru
  • Dituding Menjadi Provokator Aksi Masa, Ketua Koptan berikan Klarifikasi
  • Setelah Dilaporkan Ke KPK, Elit PTPN-V Tinjau Kebun Kopsa M, Ada Apa?
  • Koptan Pebadaran minta DPRD Riau kaji ulang hasil rapat bersama Kopni-SL
  • Antony Hamzah Tegaskan Manajemen KOPSA M Sangat Transparan, Berikut Faktanya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Firdaus-Ayat Cahyadi Paparkan Keberhasilan Satu Dekade Memimpin Kota Pekan Baru
    02 Dituding Menjadi Provokator Aksi Masa, Ketua Koptan berikan Klarifikasi
    03 Setelah Dilaporkan Ke KPK, Elit PTPN-V Tinjau Kebun Kopsa M, Ada Apa?
    04 Koptan Pebadaran minta DPRD Riau kaji ulang hasil rapat bersama Kopni-SL
    05 Antony Hamzah Tegaskan Manajemen KOPSA M Sangat Transparan, Berikut Faktanya
    06 KOPSA Saling Berkoordinasi untuk Menidaklanjuti Arahan yang Disampaikan Disdagkop-UMK Kampar Terkait
    07 Begini Skenario Lumpuhkan 997 Petani Sawit, Kapolri Harus Berantas Mafia Tanah di Sektor Perkebunan
    08 Hikmah Anak Kuntu yang Viral, Syahrul Aidi Minta Pengusaha Perhatikan Kesejahteraan Karyawan
    09 Laporkan PTPN V ke KPK dan Bareskrim Polri, Petani dan Pengurus Koperasi Hadapi Tekanan dan Ancaman
    10 Rumah Yatim Bagikan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Prasejahtera Kelurahan Sungai Sibam Pekanbaru
    11 Jubir Satgas Covid-19 Ingatkan Kabupaten Kota di Riau Serius Tangani Covid-19
    12 Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa, Sanksi Menanti Jika Terjadi Penyimpangan Anggaran
    13 GMMK Riau Serahkan Donasi untuk Palestina Lewat KNRP
    14 Kasus Aktif Terkonfirmasi Covid-19 Riau Naik Jadi 4.850 Kasus
    15 Tiga Warga Pekanbaru Reaktif Rapid Antigen saat Razia Pekan Lalu Ternyata Positif Corona
    16 Tingkatkan Persentase Vaksinasi Lansia, Dinkes Riau Gandeng Komunitas
    17 70 Napi Beragama Budha di Riau Dapat Remisi Waisak, 1 Langsung Bebas
    18 DPC Patri Rohil Ajak Warga Dukung Vaksinasi Covid-19
    19 Angka Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 450 Ribu Kasus
    20 Walikota Pekanbaru Tinjau Vaksinasi Ribuan Warga dan Jemaat di Gereja HKBP
    21 Bahas Masalah dan Solusi, BPPW Riau Rapat Progres MSMIP Pekanbaru
    22 PTPN V Dilaporkan ke KPK, Dugaan Cetak Kebun Gagal dan Alihkan Tanah Negara
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Kompenews.com