<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Utang Luar Negeri Tembus Rp5.868 T per Oktober 2020
Selasa, 15-12-2020 - 12:22:33 WIB
TERKAIT:
 
  • Utang Luar Negeri Tembus Rp5.868 T per Oktober 2020
  •  

    Jakarta -- Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$413,4 miliar hingga Oktober 2021. Nilai utang tersebut setara dengan Rp5.868,6 triliun (kurs Rp14.196 per dolar AS).

    Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia melambat 3,3 persen secara year on year (yoy)pada akhir Oktober 2020. Itu menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 3,8 persen (yoy).

    BI merinci utang tersebut berasal dari beberapa sumber. Pertama, dari utang luar negeri sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$202,6 miliar.

    Kedua, sebesar US$210,8 miliar yang berasal atau dihimpun oleh sektor swasta dan BUMN.

    BI menyatakan dari sisi ULN pemerintah, utang tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pasalnya, pada akhir Oktober 2020 ULN pemerintah hanya tercatat US$199,8 miliar atau tumbuh 0,3 persen (yoy). Itu menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 1,6 persen (yoy).

    Perlambatan pertumbuhan ini sejalan dengan pembayaran pinjaman luar negeri pemerintah di tengah kembalinya aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan persepsi positif investor yang tetap terjaga terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik.

    "ULN pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas termasuk untuk menangani pandemi covid-19 dan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Selasa (15/12).

    Hal berbeda terjadi pada ULN sektor swasta.Pertumbuhan ULN swasta pada akhir Oktober 2020 tercatat 6,4persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 6,1 persen (yoy).

    Perkembangan ini didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) sebesar 0,1 persen (yoy), setelah mencatat kontraksi 0,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

    Sementara itu, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) relatif stabil sebesar 8,3 persen (yoy). Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,4 persen dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

    Secara keseluruhan BI mencatat ULN Indonesia tetap sehat meskipun rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Oktober 2020 sebesar 38,8persen atau sedikit meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya yang sebesar 38,1persen.

    Kesehatan tercermin dari pangsa ULN berjangka panjang yang porsinya mencapai 89,1 dari total utang luar negeri. BI menambahkan dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.(cnn)




     
    Berita Lainnya :
  • Hikmah Anak Kuntu yang Viral, Syahrul Aidi Minta Pengusaha Perhatikan Kesejahteraan Karyawan
  • Laporkan PTPN V ke KPK dan Bareskrim Polri, Petani dan Pengurus Koperasi Hadapi Tekanan dan Ancaman
  • Rumah Yatim Bagikan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Prasejahtera Kelurahan Sungai Sibam Pekanbaru
  • Jubir Satgas Covid-19 Ingatkan Kabupaten Kota di Riau Serius Tangani Covid-19
  • Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa, Sanksi Menanti Jika Terjadi Penyimpangan Anggaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Hikmah Anak Kuntu yang Viral, Syahrul Aidi Minta Pengusaha Perhatikan Kesejahteraan Karyawan
    02 Laporkan PTPN V ke KPK dan Bareskrim Polri, Petani dan Pengurus Koperasi Hadapi Tekanan dan Ancaman
    03 Rumah Yatim Bagikan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Prasejahtera Kelurahan Sungai Sibam Pekanbaru
    04 Jubir Satgas Covid-19 Ingatkan Kabupaten Kota di Riau Serius Tangani Covid-19
    05 Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa, Sanksi Menanti Jika Terjadi Penyimpangan Anggaran
    06 GMMK Riau Serahkan Donasi untuk Palestina Lewat KNRP
    07 Kasus Aktif Terkonfirmasi Covid-19 Riau Naik Jadi 4.850 Kasus
    08 Tiga Warga Pekanbaru Reaktif Rapid Antigen saat Razia Pekan Lalu Ternyata Positif Corona
    09 Tingkatkan Persentase Vaksinasi Lansia, Dinkes Riau Gandeng Komunitas
    10 70 Napi Beragama Budha di Riau Dapat Remisi Waisak, 1 Langsung Bebas
    11 DPC Patri Rohil Ajak Warga Dukung Vaksinasi Covid-19
    12 Angka Kematian Covid-19 di Brasil Tembus 450 Ribu Kasus
    13 Walikota Pekanbaru Tinjau Vaksinasi Ribuan Warga dan Jemaat di Gereja HKBP
    14 Bahas Masalah dan Solusi, BPPW Riau Rapat Progres MSMIP Pekanbaru
    15 PTPN V Dilaporkan ke KPK, Dugaan Cetak Kebun Gagal dan Alihkan Tanah Negara
    16 Satgas Covid Sudah Tegur Ratusan Tempat Usaha
    17 Pangkalankerinci Masih Tertinggi Penderita Covid-19 di Pelalawan
    18 Setiap 3 Jam, 1 Pasien Covid-19 di Riau Meninggal Dunia
    19 Bapenda Pekanbaru dan PT Hutama Karya Turun Lakukan Penilaian Pajak Jalan Tol
    20 Hotspot Mulai Muncul di Riau, 22 Titik Terpantau Hari Ini
    21 Makin Gawat! Malaysia Catat Rekor Kematian Corona, Pasien ICU Membludak
    22 Sedang Tunggu Pelanggan, Polsek Seberida Ringkus Pengedar Sabu
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Kompenews.com