<
 
Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Kemenkes Sebut Penggunaan Vaksin AstraZeneca Tunggu Izin BPOM
Senin, 15-03-2021 - 11:32:16 WIB
TERKAIT:
 
  • Kemenkes Sebut Penggunaan Vaksin AstraZeneca Tunggu Izin BPOM
  •  

    Jakarta -- Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Indonesia masih menunggu hasil kajian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

    Kedua lembaga itu, katanya, tengah mengkaji efek samping dari penyuntikan vaksin buatan Oxford yang dikabarkan mengakibatkan pembekuan darah tersebut.

    "Terkait dengan AstraZeneca, kami masih menunggu keputusan dari BPOM, karena ada laporan terkait masalah laporan di Eropa, sehingga BPOM dan ITAGI sudah rapat meminta data-data lagi terkait dengan efek samping Astrazeneca," kata Maxi dalam konferensi pers virtual di Youtube Ombudsman RI, Senin (15/3).

    Diketahui, Pemerintah akan membeli 50 juta dosis vaksin AstraZeneca dan sebanyak 113.600 telah didatangkan ke Indonesia untuk program vaksinasi Covid-19. Maxi mengatakan vaksin AstraZeneca tersebut saat ini belum didistribusikan ke daerah-daerah.

    Kemenkes baru akan mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke daerah setelah BPOM dan ITAGI memastikan penggunaan vaksin Covid-19 asal Inggris tersebut aman digunakan.

    "Bukan tidak digunakan, jadi sementara belum didistribusikan menunggu hasil kajian BPOM dan ITAGI. Kalau informasi harus dikaji. Kita tunggu saja," tutur Maxi.

    Vaksin AstraZeneca menjadi perhatian sebab beberapa negara di Eropa memutuskan untuk melakukan penangguhan vaksin tersebut usai dilaporkan temuan kasus penggumpalan darah. Kondisi tersebut diduga terjadi setelah mendapat suntik vaksin AstraZeneca.

    Meski demikian, AstraZeneca tetap akan digunakan di Indonesia. Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga mengklaim vaksin AstraZeneca aman digunakan.

    "Dan sampai saat ini BPOM belum memberikan perubahan ya dari vaksin AstraZeneca, jadi kita tentunya akan tetap menggunakan vaksin ini sesuai sasaran kita saat ini di tahap kedua," kata Nadia.

    Dikutip dari Reuters, pihak AstraZeneca mengatakan tinjauan terhadap data keamanan dari penerima vaksin Covid-19 buatannya menunjukkan ketiadaan bukti peningkatan risiko pengentalan darah.

    Tinjauan AstraZeneca yang mencakup lebih dari 17 juta penerima vaksin di Inggris Raya dan Uni Eropa itu digelar setelah otoritas kesehatan di sejumlah negara menghentikan penggunaan vaksin tersebu terkait isu pengentalan darah.

    "Sebuah tinjauan cermat dari semua data keamanan yang tersedia terhadap lebih dari 17 juta penerima vaksin COVID-19 di Uni Eropa dan Inggris Raya menunjukkan tidak adanya bukti peningkatan risiko emboli paru, trombosis vena dalam atau penurunan kadar trombosit, dalam tiap kelompok usia, jenis kelamin, slot (dosis vaksin) atau di tiap negara tertentu," kata perusahaan itu.

    Pemerintah Irlandia, Denmark, Norwegia, dan Islandia diketahui menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca terkait kasus pengentalan darah. Sementara itu, Austria menghentikan penggunaan slot dosis AstraZeneca pekan lalu sambil menyelidiki satu kematian akibat gangguan koagulasi.

    Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) mengatakan tidak ada indikasi bahwa kasus tersebut disebabkan oleh vaksinasi.

    Produsen AstraZeneca mengatakan sejauh ini 15 kasus trombosis vena dalam dan 22 kasus emboli paru telah dilaporkan, yang sama dengan vaksin Covid-19 berlisensi lainnya.

    Pihak perusahaan mengatakan pengujian tambahan telah dan sedang dilakukan oleh AstraZeneca dan otoritas kesehatan Eropa dan tak ada satu pun dari pengujian ulang yang menimbulkan kekhawatiran. Laporan keamanan bulanan akan diumumkan di laman EMA pekan depan, kata AstraZeneca.

    Vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, diizinkan penggunaannya di Uni Eropa dan di banyak negara, tetapi belum mengantongi restu regulator Amerika Serikat.

    AstraZeneca sedang bersiap mengajukan izin penggunaan darurat AS dan berharap data dari uji klinis Tahap III vaksinnya di AS akan tersedia dalam beberapa pekan ke depan.(cnn)




     
    Berita Lainnya :
  • Kasus Terkomfirmasi Positif di Riau Turun Drastis
  • Tim Satgas Inhil Siapkan Langkah Antisipasi Arus Balik Cegah Penularan Covid-19 Baru
  • Gubri Sebut Harus Penambahan Kapasitas Ruang Isolasi Covid-19 Demi Selamatkan Warga
  • Waspada! Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Sebagian Wilayah Riau
  • BPBD Riau Siapkan Logistik Petugas di 6 Pos Penyekatan Mudik Lebaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Kasus Terkomfirmasi Positif di Riau Turun Drastis
    02 Tim Satgas Inhil Siapkan Langkah Antisipasi Arus Balik Cegah Penularan Covid-19 Baru
    03 Gubri Sebut Harus Penambahan Kapasitas Ruang Isolasi Covid-19 Demi Selamatkan Warga
    04 Waspada! Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang akan Mengguyur Sebagian Wilayah Riau
    05 BPBD Riau Siapkan Logistik Petugas di 6 Pos Penyekatan Mudik Lebaran
    06 Tinjau Arus Mudik di Bandara Soetta, Kapolri Minta Perketat Pengawasan Warga yang Dari Luar Negeri
    07 Ramadan Berkah, Pengurus Kopertim Tambusai Berbuka Bersama
    08 Dukung SE Walikota Pekanbaru, Tokoh Agama Gelar Pertemuan dengan Polda Riau
    09 Kapolres Kepulauan Meranti Imbau Warganya Silaturahmi Virtual saat Lebaran
    10 Jelang Idulfitri 1442 H, Gubri Bersama Forkopimda Riau Tinjau Pusat Keramaian di Pekanbaru
    11 Gubri Ucapkan Duka Mendalam Almarhum Ustadz Zulkarnain
    12 Iring-iringan Antarkan Jenazah Ustaz Tengku Zulkarnain ke Tempat Peristirahatan Terakhir
    13 Himbau Larangan Mudik, Bidhumas Polda Riau Bagikan Brosur
    14 Menyambut Idul Fitri 1442 H PLN Riau dan Kepri Siaga Penuh
    15 Orang Dekat Bupati Mursini Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Korupsi 6 Kegiatan di Setdakab Kuansing
    16 Ketersediaan BBM dan Elpiji di Riau Aman di Idul Fitri
    17 Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Sapi di Pekanbaru Merangkak Naik
    18 618 Kendaraan Putar Balik di Lima Pos Penyekatan Mudik Perbatasan Provinsi Riau
    19 Siang Cerah Berawan, Hujan Akan Guyur Sebagian Wilayah Riau Malam Nanti
    20 Sujud Saat Salat Tarawih, Jemaah Masjid di Tembilahan Meninggal Dunia
    21 Gubri: Perekonomian Riau Sebagian Besar Sawit dan Migas, Ekspor Tidak Boleh Berhenti
    22 6.000 Guru di Pekanbaru Telah Divaksin
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Kompenews.com